![]() |
| Mahasiswi Undip |
- Dirinya -
Adalah sesuatu yang selalu kuperbincangkan dengan Rabb-ku.
Malam ini aku terjaga. Merasakan hembus angin lewat jendela yang masih terbuka. Bersimpuh menatap tempat sujud setelah beberapa raka'at terlaksana.
Rabb, kalau ada sebuah nama yang kusandingkan dengan nama-Mu dalam doa-doaku, itu adalah namanya. Kalau ada hal yang kuminta dan ingin segera Kaukabulkan, itu adalah kehadirannya. Kalau ada seseorang yang betapa kurindu untuk segera bertemu, itu adalah dirinya. Dan kalau ada sesuatu yang kuperbincangkan dengan dengan-Mu, ya Rabb ... itu ya dia. Boleh kan, Robb? Maafkan hamba-Mu ini, bukannya aku ingin menduakan-Mu, tapi aku berjanji, Rabb ... bahwa aku tak akan pernah mencintai makhluk-Mu sebelum aku mencintai-Mu dengan cinta yang sempurna.
Rabb ... Bolehkah aku bertanya? Apakah dia juga sedang terjaga malam ini? Apakah dia juga sedang memanjatkan doa kepada-Mu di sepertiga malam ini? Dan apakah mulut dan hatinya masih terus-menerus berzikir menyebut nama-Mu? Begitu sangat aku merindukannya, berharap Kau segera mempertemukanku dengannya. Tapi mungkin saat ini belum saatnya yang tepat untuk kami bertemu. Walau aku sungguh mau, Walau aku sungguh ingin, namun bila takdir-Mu mengharuskan kami untuk berjalan sendiri-sendiri lebih lama, maka aku akan menerima apapun takdirku.
Rabb ... Sedang apa ya dia? Dan bagaimana kabarnya? Apakah kebaikan sedang melingkupi hatinya saat ini? Apakah kedamaian-Mu telah mengisi hari- harinya hingga kini? Bagaimana dengan bacaan Quran-nya? Sudahkah dia berakrab dengan-Mu hari ini? Ceritakanlah padaku, Rabb ... Aku berharap bisa mendengarnya. Dan sehatkah dia saat ini? Lalu episode apa yang sedang dia jalani sekarang? Jujur, rasanya lelah aku menunggunya. Sampai-sampai aku berharap, ketika mata ini terbuka, dia telah berada duduk disebelahku. Dia tersenyum dan membangunkanku. Kemudian kami bersama bertafakur serta bersujud kepada-Mu.
Rabb ... Ternyata berat hati ini menantikannya, gelisah pula hati ini memikirkannya. Jika saja sekarang kami telah halal dalam ikatan suci, maka aku akan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Maka aku mohon pada-Mu, agar aku kami saling sabar menunggu untuk bertemu. Tapi bilakah kami akan bertemu? Pasti kami akan bertemu kan, Rabb? Namun sekarang, bahagiakanlah dahulu orang tua dan orang-orang yang menyayangi kami. Maha suci Engkau yang pasti akan memberikan kami kebahagiaan di saat dan waktu yang tepat.
Aku yakin, bila laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Maka bisakah Kau bantu aku untuk mampu memperbaiki diriku? Agar kelak saat kami bertemu, aku dapat menjadi hadiah untuk yang terbaik untuknya. Seorang suami yang senantiasa menyenangkan istrinya. Dan semoga di akhir penantian kami nanti, kebahagiaan dan kedewasaan batin dari sebuah pribadi, sudah kami miliki.
Rabb ... Semoga Kau tak selalu memenuhi hari dan hatinya hanya denganku. Semoga tetaplah Engkau yang menjadi Raja di kalbunya. Dan jadikanlah agar aku pun berlaku yang sama, agar pertemuan kami nanti benar-benar berada dalam ridho-Mu. Rabb ... jangan Kau buat aku risau dengan lamanya waktu, karna aku insya Allah adalah sebuah kepastian untuknya. Aku pun yakin bahwa Engkau menciptakan makhluk-Mu berpasang- pasangan? Maka aku tak akan pernah risau dengan lamanya menunggu. Jangan pula Kau belokkan arah hidupku pada keputusasaan. Karna aku juga yakin semua hanya masalah waktu, waktu yang pasti akan ada ujungnya. Dan karena Engkau tidaklah sedang mendholimi hamba-Mu. Maha suci Engkau ya Rabb, yang pasti akan mempertemukan kami di saat dan waktu yang tepat. Aamiin ...
Judulnya Bersih-Bersih
Assalaamu 'alaikum, Sobat! Hai, hai, hai, apa kabar? Kembali menyapa lagi, nih ... uhuk .. uhuk ... banyak debu! Sambil bersih-bersih ini lapak, karna udah lama gak dipake jualan. Belum lagi banyak sarang laba-laba, nyamuk, kodok, ular, tikus ampe bangke juga ada. Ya, gue sadar para pengunjung dan para pelanggan gue udah pada kabur dan berpindah ke lain hati. It's fine! Gak masalah 'n mungkin gue musti ganti format. Gak melulu alay dan gak move on. Gak melulu bikin fik ... eh, gak gak ... kalo yang ini gak bakalan expired dari lapak ini! Fix! Atau musti ganti template biar gak bikin elo bosen? Tapi gak musti juga, ding ... gue masih bisa gonta-ganti CSS Background sesuka gue dan yang pasti elo suka, harus suka. *maksa
Kalo ada yang nanya kemana gue mati suri selama ini, gak bakalan gue jawab karna pasti gak ada yang nanya ataupun peduli ama gue. Hiks ... OK, fix! Ishhh ... fax fix fax fix *berasa ngalay beud. Dan ... apalagi ya yang musti gue tulis sebagai salam pembuka ini? Hmmm ... @466*&/)(ll'%878&yu9I)_(= belibet nih jari-jari, maklum dah lama hiatus tanpa kata. N ... aa .. eee ... n udah gitu dulu aja, ea ... Keep On Fire 'n Happy Blogging! FYI: tulisan ini gue bikin pake teknik Realistic Text Highlighting with linear-gradient, dan itu bakal gue bahas di kehidupan yang akan datang. Bhahaha
Wassalaamu 'alaikum ...
Aku memanggilmu gadis di bawah hujan
Yang berdiri tegak, samar dibalut rinainya
Menembus… memburu
Aku memanggilmu gadis di bawah hujan
Berharap bisa bersamamu dalam rinainya
Yang menyamarkan luka
Yang membasuh air mata
Aku memanggilmu gadis di bawah hujan
Yang membawa payung untuk sekedar menepis rinainya
Melindungi barang sejenak
Meski tubuh telah menggigil kedinginan
Aku memanggilmu gadis di bawah hujan
Yang menunggumu
Terus menunggumu hingga aku basah kuyup
Aku memanggilmu gadis di bawah hujan
Yang terus mengharap kau kembali, berbalik
Namun nyatanya siluetmu saja tak ada
Aku memanggilmu gadis di bawah hujan
Yang mencintaimu, dan akan terus mencintaimu
Meski kau tak memilihku
- Image 01
- Image 02
- Image 03
- Image 04
- Image 05
- Image 06
What is thing?
Ketika gue gak nyadarin sesuatu itu salah atau gue ngelakuin kesalahan, perbuatan, perkataan, atau apapun itu yang menurut orang salah dan gue gak sadar dan gak ngerasa kalo gue salah, apa gue dikategoriin bersalah?
Pemikiran macem apa ini? Atau mungkin pemikiran gue yang salah? Well, gue hidup pake prinsip hidup pribadi. Gue tentuin aturan main itu, trus gue jalanin. Gue gak terlalu peduli dengan pendapat orang.
People talks, always. All the time. Whether behind your back or in front. Should I care all the talking behind me? I mostly don't care. Talk all you want, curse me all you want, you need to release stress, and if you think by talking behind me is helping you, then please do. The things is I don't care.
Setiap orang punya ego, termasuk gue. Ketika mereka ngejalanin egonya, gue bisa maklum, toh gue juga punya. Tapi ketika gue ngejalanin ego gue, mereka malah bilang gue egois. Kayak misal dalam sebuah teamwork, pastinya ada satu visi yang pengen dicapai bareng-bareng. Orang lain dengan egonya nulisin misi mereka buat mencapai visi itu, sumbangsih. Tapi ketika gue ngelontarin misi gue, mereka malah nyalahin gue, bilang gue egois.
![]() |
| estafet running |
Contoh lain adalah dalam lomba lari estafet. Visinya adalah sama, finish line. Mau peserta lari pake ngangkang, jungkir balik, salto, yang penting kan bisa bawa tongkat estafet ke peserta lainnya? Atau dia lari pake otak *eh, maksudnya pake rumus fisika biar kecepatan larinya berbanding lurus ama waktu dan jarak yang ditempuh. Ya, terserah! Suka-suka dia! Gue nerima juga dengan ikhlas, kok. Mau dia pake gaya apa aja. Tapi ya jangan protes kalo gue pake style gue. Yang penting kan ampe garis finish, gitu aja kok repot.
I might be stubborn, but I need it. Since I lead people, I don't follow. So all people that talk to me, in front or behind me, if it's not for the job, I don't care. I care only people in my circle. Whether it’s right or wrong attitude, I don't know. I don't understand. I'll learn and I'll find out.
That difficult to be filled
No matter how hard I try
Self medicating only makes the bottom deeper
This hole is much like a black hole
It will suck everything good that seems to come close inside
to never be seen again
There is a hole within me,
one I wanna fill
I felt it rip me open one day
and it hasn't left me still
It refuses objects, people and substances.
Nothing seems to fit just right,
no matter what I offer it
It's as if it's a black hole and carrying
these things away
instead of building up my offerings to fill
There are holes I wanna fill now ...
Afraid I can't explain myself well
From the hole in my life
From which the words fell
So I write them all down
Every smile to every frown
For when I try to speak
I barely make a sound.
I decided to write to you this morning for several reasons. The first being that I feel you're grossly misrepresented out there in this place we lovingly call the blog. I really think you're misunderstood, honest, I do. With your reputation, you'd think you
were a republican or a democrat … depending of course on the political views of the person investigating you. Honestly, you'd think you were a serial killer or something … I don't get it.
You see, Spammer! Every morning
when I check my blog comments you are there showing your support and offering
advice. You give me advice on where to find the best shoes, and popular stereotypes say that I should love shoes … so, thank you!
You also tell me where to find the best golf equipment if there’s such a time where I choose to pick up this hobby … I’d rather soccer, but you never know do you?
When it comes to my blog you give me so
much encouragement and support. I just
don’t know what I’d do without you to pick
out imaginary (sometimes not imaginary) spelling errors. You give me encouragement by complimenting my
"informative post" or that you "learned a lot". I don't know how you learned so much from my pages, but so glad I could help … or as you would put "aid you in your quest". Sometimes your words are so fancy this lil' country girl can't make heads or tails of what you’re sayin', but I sure do try.
You also let me know you're an expert at SEO or that you're an awesome graphics designer and I can't help but be envious of such success. I do have to wonder though … is my SEO really that bad? Hmm ... yayayaya.
I’d also like to thank you for your concerns over my health. I must seem really stressed out and overworked because you keep recommending anxiety pills, pain pills, viagra, obat kuat, obat kanker, obat sipilis, diabetes and obat tidur. Let me assure you 'em as calm as a black coffee (or is that cool?) in any case, I’m chill ... unless of course you catch me after a pot of coffee in the middle of some project with my Dad that’s due the next day and it's 10 pm … but in all normal circumstances, I’m good.
Sometimes my joints hurt or I have a headache, but 'em in no need of a sipilis pills … call me a blogger or whatever, but a mild over the counter pain reliever makes me sleepy. And that brings us to these sleeping pills you keep telling me about … do you want me in a coma?
Seriously, I appreciate the concern, but let me assure you that a tornado could pick me up, take me to a land of yellow brick roads, witches, and little people and I wouldn't wake up even if the tin man, scarecrow, and lion were pretending my belly was a trampoline, if I took a pain pill. I also happen to be really good at sleeping … maybe not at set times, but when my body needs sleep I could be standing up and snoring … call me talented.
Now, my Dad also appreciates your
concern for his, um, how should I put this, "health". He says for me to let you know that it's not a problem, but he appreciates the thought. He also said to save us all the embarrassment and frustration that he'd just talk to his doc if a time ever arose where he needed a little blue pill … are they still blue? Bhahaha ...
Anyway, you can stop telling me about obat-obatan or the miracle pill. It will save us both some time. Well, I guess that's all till next time … which probably won’t be long at all seeing as how you're always ready with suggestions and advice.
Sincerely,
Blog Concept.
PS: I don't publish your comments 'coz I wanna keep you to myself. We've something so special you know?
"Haloo ... "
"Halo! Ini siapa, ya?"
"Eksak,"
"Eksak siapa?"
"Ah, masa lupa? Aku temennya temen kamu."
"Temenku yang mana? Trus dapet nomer hapeku dari mana?"
"Ngacak!"
***
Akhirnya aku tahu namanya. Dian Nur Hayati. Nama yang cantik bukan? Pasti orangnya juga cantik. Suaranya merdu dan enak diajak mengobrol. Itulah keisenganku saat awal-awal mempunyai hape. Nokia 1100i. Hape seken yang kuperoleh dari hasil menyisihkan uang jajan. Tiada hari tanpa hape. Tiada waktu luang tanpa mengacak nomor hape. Mendengar suara-suara baru di luar sana dan hanya menerima cewek.
Di lain hari, aku kembali berhasil mendapatkan nomor hape baru dengan ilmu acakku.
"Halo ... " sapaku.
"Haloo!" jawab suara bas di sana.
TUT ... TUT ... TUT ...
Sial, cowok! Langsung saja kututup panggilan itu. Siapa yang sudi beramah-tamah dengan sesama pejantan? Ngacak lagi.
Di masa-masa itulah aku juga mulai mengenal istilah kopdar atau kopi darat. Dari yang tadinya akrab hanya lewat telepon dan SMS hingga panggilan sayang dan cinta-cintaan sampai bertatap muka secara langsung.
"Eks! Besok ketemuan, yuk!"
"Oke! Dimana?"
"Di alun-alun pendopo kabupaten aja."
"Beres! Jam berapa?"
"Jam 3 sore! Besok aku pake kaus warna pink, ya ... "
"Oke, deh!"
Dan tentu saja aku tak sabar menunggu saat pertemuan itu. Aku akan segera melihat kecantikan Dian yang kubayangkan selama ini.
Sore hari itupun tiba. Rasa deg-degan sudah pasti ada. Jam 3 lewat seperempat, aku telah berada di sekitar alun-alun. Tempat ini memang selalu ramai. Apalagi menjelang sore sampai malam hari. Tiba-tiba Nokia Tune berdering dari hape di kantong.
"Eks, kamu dimana? Dah nyampe belum? Pake baju apa?
"Bentar lagi! Ini masih di jalan. Tunggu aja, ya ... "
TUT ... TUT ... TUT ...
Mataku menyapu setiap sudut alun-alun. Mulai dari tempat orang jualan es dawet hingga pohon beringin besar di ujung sana. Tapi dimana gerangan si Cantik berkaus pink itu? Nah, itu dia! Busyet, cakep banget! Coba tes pake misscall, ah! Lhoh, kok gak diangkat? Cewek itu juga anteng aja. Tak lama kemudian panggilanku pun menerima jawaban.
"Kamu udah nyampe, ya? Di sebelah mana?"
"Bentar lagi!"
Mataku kembali jelalatan. Kalau bukan cewek berkaus pink yang itu, lalu yang mana? Alamak, ternyata itu! Sungguh jauh dari bayanganku. Terus gimana? Ditemuin gak, ya?
"Halo, Dian! Wah, maap, ya ... kayaknya aku gak bisa nyampe, deh! Ban motorku bocor di jalan."
"Yaaaahh ... gimana, dong?"
***
Sebenarnya aku menyesal telah jahat dan membuat Dian kecewa. Apa salahnya berteman dengan siapa saja? Maafin aku, ya Dian ... Dan mulai saat itu aku berjanji tak akan pilih-pilih dalam berteman. Mungkin saja orang juga akan malas kopdar denganku? Apalagi setelah tahu penampakanku tak seperti yang mereka bayangkan. Tetapi untungnya hubunganku dengan Dian tetap baik hingga beberapa semester walau tak pernah sekalipun bertemu. Dan mengacak nomor sudah pasti jalan terus hingga Nokia 1100i-ku mati total. Mungkin akibat terlalu sering menjahili orang. Sampai suatu hari, aku kembali mendapatkan mangsa yang bisa digoda kapan saja.
"Halo ... dengan costumer service XX! Saya Erna, dengan Bapak siapa?"
"Saya Eksak!"
"Oke, Bapak Eksak. Ada yang bisa kami bantu?"
"Hmm ... mau nanya, Mbak Erna udah punya pacar belum?"
***
Assalaamu 'alaikum, Sobat! How do you say 'how are you' or 'apa kabar' in Brazilian Portuguese? 'tudo bom?', 'como vai?' atau 'como está você?'. Itu yang dari kemaren jadi pertanyaan geje di kepala gue. Bukan karna Brazil jadi tuan rumah FIFA World Cup 2014 tapi karna gue baru tau kalo bahasa nasional Brazil adalah bahasa Portugis. Hehe, gak lucu ya? Jadi kronologi ceritanya kayak gini:
![]() |
| Google Translate |
Awalnya gue pengen bikin post tentang World Cup Brazil. Trus gue pengen nyapa elo pake bahasa Brazil, ya sekedar kalimat 'apa kabar' gitu dech ... Gue kira bahasa nasional Brazil tuh Brazilian (sotoy), trus pas gue dropdown di pilihan bahasa, ternyata gak ada. Jangankan Brazilian, kata-kata Brazil-nya aja kagak ada! Akhirnya gue menggugling buta, "apa sih bahasa nasional Brazil?" ya hasilnya itu, itu yang di paragraf atas! Ternyata Willian, David Luiz, Ramires dan Oscar (pemain timnas yang sekarang lagi maen di Chelsea) pake bahasa Portugis atau Portuguese. Juga Neymar yang memperkuat Barcelona. Termasuk juga Kaka, Robinho dan Adriana Lima juga pake bahasa Portugis. Tapi sayang kali ini mereka gak masuk squad timnas Brazil 2014, apalagi Adriana Lima (dia kan model sexy).
![]() |
| Willian, David Luiz, Ramirez dan Oscar |
![]() |
| Adriana Lima, dkk. |
![]() |
| Ngimpi ... |
Happy Blogging 'n Keep On Fire!
Wassalaam ... :)
Assalaamu 'alaikum, Sobat! Adakah yang nanya sama kayak gue? Sekarang nih musim apa ya? Kemaraukah? Penghujankah? Musim panas? Musim duren? Rambutan? Atau musim kawin? Gak nyangka ternyata negeri kita punya banyak musim. Gak cuma dua, tiga atau empat. Yang jelas, Summer is my favourite season and April is my favourite month, but I feel like I completely missed them and that makes me all sad inside.
![]() |
| akte kelahiran palsu |
Haapy Blogging 'n Keep On Fire!
Wassalaam ... :)
Assalaamu 'alaikum, Guys! Gue gak bisa tidur. Sebenernya sih baru bangun. Maybe 'coz I'm not tired enough to fall asleep just again. Jadi kayak biasanya, I twist and turn on my bed trying to find the right amount of tired and counting mosquitos. And u know, Guys? That's not work, never worked.
I should've known better. So there I was in the darkness, staring at my water cup yang selalu ada di samping tempat tidur, biar kalo gue haus di malam hari gak repot nyari dispenser buat minum. Dan di situlah otak gue yang masih mulai menganalisa sesuatu yang gak semestinya di analisa di jam-jam segini.
Dulu banget, kalo gue bangun jam segini pasti gue sempetin buat sholat beberapa roka'at. Tapi kenapa sekarang males, ya?
Sholat itu buat gue adalah kontemplasi komunal. Maksud gue, sholat yang bener, yang pasrah. Bukan yang sekedar buat ngegugurin kewajiban. Sholat tuh asyik, Guys!
Hidup ribuan tahun kalo gak sholat juga percuma. Dan sholat itu yang bikin hidup elo tambah asyik. You know, "hidup" hurts you more than you're willing to admit when you reminisce and you get that nyeri and ngilu sampai ke ulu hati. Gak asyik juga musti hidup ngegalau dan ngeratapin nasib. Until you can't even cry over it 'coz it hurts too much, you feel like sitting 'n waiting still for hours. It hurts. Cause it's getting too real and less absurd. Just wanna say, no pray no lives!
Being on the internet is probably one of the biggest mistakes we do repeatedly. Kita jadi sering begadang tanpa ngelakuin something yang bernilai ibadah. Kadang kita juga lupa sholat, lupa musti ngebantu our parents dsb. Kita juga gak sadar kalo for a long time berada di depan gadget bisa ngurangin sistem imun yang berdampak jelek buat kesehatan. Belum lagi yang namanya 'begadang' kan udah dicap gak baik, kecuali ada gunanya atau ada keperluan mendesak yang musti segera dikelarin. Ya kayak keperluan analisa ini. Mungkin gak ada gunanya buat elo, but I hope ini berguna buat kehidupan gue sendiri. So, thanks banget buat elo yang udah nyempetin waktu buat ngebaca coretan absurb ini. Tapi tetep, don't forget to sholat than pray to our parents and beloved people in our lives.
Happy Blogging 'n Keep On Fire!
Wassalaam ... :-)
Assalaamu 'alaikum, People! How's life? Is it just me or January really went by so fast? So, I've been busy the whole month, there's some project which need my full attention. OK, I know I suppose to say sorry for being a bad blogger and then explain the reason why I neglected my blog for so long. So what I'm trying to say is, oh my where do I start?
Thank you so much for being a very great reader, bare with my laziness, my weird language, my lack of emotion in post and many other freaking bad things about me. But most of all thank you for being there for me.
OK, now it's time for a little bit serious talk! Ada banyak alasan kenapa some people never at home. For example, Gue. 'coz lagi-lagi gue musti ninggalin rumah dan kampung tercinta. And my current town kali ini adalah ... *drumroll ... Sebuah kota yang diwalikotain ama si Beautiful Airin, adik dari si Trouble Ratu Atut. Yups! Tangerang, tepatnya di Serpong, Tangerang Selatan.
There are 2 homes yang bakal gue kangenin selama gue ada di sini. Yaitu, home gue di kampung dan home lapak gue ini. Jauh dari rumah, pastinya gue bakal bikin gimana caranya biar tempat kerja gue senyaman di rumah sendiri. 'coz kemana aja kita pergi, pada akhirnya yang dicari adalah sebuah rumah. And yes, wherever you feel pleasant, you might call it home!
Dan home kedua yang bakal gue kangenin adalah beranda lapak ini. Tempat di mana gue bisa numpahin apa aja yang pengen gue tumpahin atau nulis apa aja yang pengen gue tulis, 'n no matter what I write here! Right?
Mungkin gue bakalan jarang posting dan blogwalking. So, 'em sorry kalo gue belom sempet ngebales komen-komen di post kemaren. Juga maap banget kalo gue gak sempet maen balik ke lapak elo. Tapi gimanapun elo semua juga bakal gue kangenin. Karna dari elo, gue belajar dan berbagi segala hal. Karna elo, I grew up, other than positive things there's also bad things. Dan dari elo juga gue bisa mahamin step by step everything process. I know I will make mistakes in the process maybe a little or maybe big mistakes, but I want when 'em old, always looking back 'n learning more. I have nothing to regret. 'em pleasant to know you ...
Happy Blogging 'n Keep On Fire!
Wassalaam. :-)
![]() |
| Me 'n My Sista |
Kaos oblong dan celana kolor adalah pakaian kebesaran gue sehari-hari. Tapi kemudian masalah muncul pas gue musti ngehadirin beberapa acara yang dress code-nya gak boleh semau gue. Gak mungkin kan gue berangkat kondangan pake oblongan? Atau gak mungkin juga kan gue kopdar ama Ibu Bupati cuma pake kolor? Ya, mau gak mau gue kudu ngerubah dikit demi dikit gaya fesyen gue.
![]() |
| Depan |
![]() |
| Belakang |
![]() |
| eksak's blog |
Rasulullah SAW bersabda, "Likulli ummatin ’iidan wa haadzihi ’iidunaa: ’iidul adhha wa ’iidul fithri" [Setiap umat punya hari raya. Dan inilah hari raya kita: Idul Adhha dan Idul Fithri].
Dengan kata lain, Rasulullah SAW ngelarang kita ngerayain hari-hari selain Idul Adha dan Idul Fitri, termasuk awal tahun Hijriyah 1 Muharram. Perlu diketahui, penanggalan Islam mulai dipake pada masa pemerintahan 'Umar bin Khaththab RA. Padahal mereka ada yang masih hidup ampe akhir masa Bani Umayyah. Tapi sekali lagi gak ada satupun sahabat Nabi yang ngerayainnya. Artinya, mereka bersepakat bahwa Awal Tahun Hijriyah gak dirayain. Tahun Baru Islam baru diadain pada Abad ke-4 H di masa Kekhilafahan Fathimiyah yang beraliran Syi'ah Ismailiyah yang berpusat di Kairo, Mesir.
Menurut gue semua tuh tergantung ama niatnya. Inget kan Rasulullah SAW bersabda, "innamaa a'malu binniyat ... " ? Kalo elo takut bahwa perayaan-perayaan itu bakal ngerusak iman dan aqidah elo, mending tinggalin! Karna Rasulullah SAW bersabda, "tinggalin apa aja yang bikin elo ragu pada sesuatu yang gak elo raguin lagi!" (konsep kehati-hatian).
Tapi inget, iman dan aqidah tuh mustinya ada di dalam hati, gak semata-mata tercermin dalam perbuatan apalagi cuma di bibir aja!
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya semua.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالمَيِن وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْنَا فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنَا عَنْهُ فَلَم نَتُبْ مِنْهُ وَلمَ تَرضَهُ وَلمَ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيْنَا بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَيْتِنَا إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِنَا عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنَّنَا نَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لَنَا
وَمَا عَمِلْنَا فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنَا عَلَيْهِ الثَّوَابُ فَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنَّا وَلاَ تَقْطَعُ رَجَاءَنَا مِنْكَ يَا كَرِيْمٌ .
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Bismillahir Rohmaanir Rokhiim.
Ya Allah, segala yang telah kami lakukan sepanjang tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tak meridhoinya dan tak melupakannya. Dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), padahal sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan kami siksa,dan Engkau telah mengajak kami untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karna itu ya Allah, kami mohon ampunan-Mu maka berilah ampunan kepada kami dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah kami lakukan sepanjang tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhoi
Kalo elo nanya gue, apakah gue seorang perokok berat? Hhhhh ... *tarik nafas. Uhukk ... *batuk kering. Yah, dulu gue emang perokok berat. Sehari aja gue bisa ngabisin 2 bungkus rokok, walopun sekarang masih kayak gitu. Tapi itu dulu, Sob! Sebelom gue tau bahwa ngerokok bisa nyempitin pembuluh darah, nyebabin penipisan kulit, penuaan dini, ngilangin vitamin C dalam tubuh, ngurangin nutrisi buat rambut sehingga ngehambat pertumbuhan rambut. Walopun sekarang masih kayak gitu juga, sih! Dulu merek rokok apa aja gue isep, apalagi kalo ada rokok keluaran terbaru yang bikin gue penasaran. Yah, walopun ampe sekarang masih kayak gitu juga. Dulu emang sempet ngerokok, sebelom gue tau bahwa radiasi dari ngerokok sebungkus sehari setara ama 2000 sinar X. Tapi ternyata ampe sekarang gue masih ngerokok juga! ;-(
Dari dulu gue punya niatan buat setop ngerokok, karna gue pikir gak ada gunanya. Malah bertahun-tahun gue kerja, jatah buat beli rokok tuh hampir separonya. Bukankan itu mubadzir? Buang-buang duit? Tapi ampe sekarang niatan itu tinggal niat belaka. Gue tetep ngerokok aja! ;-(
Dulu gue sempet menentang Bokap gue yang ngerokok dengan berbagai argumen dan dalil yang gue ketahui. Tapi sekarang gue malah ikut-ikutan ngerokok! ;-(
Penelitian di sebuah universitas bilang, kalo makan coklat atau minum susu coklat sebelon ngerokok tuh bisa bikin rasa rokok jadi pait trus orang gak jadi ngerokok. Tapi ternyata malah nikmat banget dan bisa dijadiin temen rokok selaen kopi dan kacang-kacangan. ;-(
Menurut temen nongkrong gue, Dr. Anthony Youn (ahli bedah plastik terbaik AS) bilang, kalo cewek yang ngerokok tuh bisa bikin payudaranya cepet kendor. Makanya gue gak mau punya cewek yang doyan ngerokok. ;-(
Dan elo tau, Sobat? Ternyata pengentut pasif (orang yang menghirup kentut orang) itu lebih galak daripada perokok pasif! Pernah gue naek angkot ama temen gue. Kebetulan angkot lagi ngetem menuhin penumpang. Seberat-beratnya gue sebagai perokok, tapi gue termasuk orang yang sadar lingkungan. Gue gak mau ngerokok di tempat umum (angkot, bus, klinik, pom bensin, wc umum). Tapi temen gue malah dengan cueknya ngerokok, padahal penumpangnya ada ibu-ibu bawa anak kecil, nenek-nenek janda, karyawati pabrik rokok, ama cewek berseragam SMA kesempitan.
"Cuy! Matiin rokok lu napa? Gak enak ama yang laen!" kata gue ngingetin temen gue.
"Santai aja, eks! Gue yang ngerokok kenapa elu yang gak enak?" jawab temen gue cuek.
"Tempat umum, Cuy!" kata gue lagi.
Tapi si Cuy tetep enjoy aja nikmatin isep demi isep rokok. Asep menuhin seisi angkot. Ekspresi penumpang pun bermacem-macem. Ada yang tutup idung, ada yang ngibas-ngibasin tangan, ada yang buka jendela trus kepalanya keluar masuk kayak kura-kura dsb.
Gak tau kenapa tiba-tiba perut gue mules. Mungkin karna angkot gak berangkat-berangkat, sedangkan hari makin panas, malah si Sopir enak-enakan ngegangguin mbak-mbak penjual bensin eceran. Dan ...
DUUUUUTTTT ... !!
Gas karbon pun keluar dari bawah gue. Sial! Gue sempet mikir itu suara kentut gue, kah? Kenapa bunyinya DUT, gak TUT? Namanya kan kentut, bukan kendut? Dan saking sibuknya bertanya-tanya sendiri, gue gak nyadar ternyata ekspresi penumpang pun bermacam-macam. Semua menoleh ke arah gue. Seolah-olah gue tuh abis korupsi gede.
"Hmmptt! Bau banget!" kata ibu-ibu yang bawa anak kecil.
"Bocah kok gak sopan!" timpal nenek-nenek janda sambil nutup idung pake tangannya yang kisut.
"Masuk angin ya, Mas?" tanya karyawati pabrik rokok dengan mimik muka antagonis.
"Eaaa ... 4mpYuuuN! Cp c1h yNG k3ntUTth??" ucap si Cewek berseragam SMA kesempitan dengan alay-nya.
"Busyett, dah! Lo tadi makan apaan, eks?" sembur si Cuy di sebelah gue.
Mereka pun berhamburan keluar nyari udara segar. Sementara gue tinggal sendiria di dalem angkot, nahan malu ampe muka gue merah ganteng. Fakta terbukti! Bahwa pengentut pasif lebih galak daripada perokok pasif, padahal asap rokok lebih berbahaya buat kesehatan daripada ngehirup kentut. *duuuuuttt ...
Ya udah deh, Sob! Gue lagi mules, nih! Gue ke WC dulu, ea ... *rokok mana rokok? Dan satu lagi fakta, bahwa rokok tetep punya relativitas hukum dan rokok buat gue adalah temen setia pas gue lagi posisi 45° di WC. ;-)
Happy Blogging 'n Keep On Fire!
Wassalaam ... :-)
Dua hari kemudian,
Inget dulu waktu masih SD, kita sering ditanyain tentang cita-cita ama Ibu dan Bapak Guru. Puluhan tahun yang lalu, kalo ditanya entar kalo udah gede mau jadi apa, dengan mantep gue ngejawab, mau jadi insinyur pertanian. Lebay banget, ya? Yah, namanya juga anak-anak! Tapi gue kira waktu itu cuma gue yang berpikir ngedeketin realistis. Dimana saat itu temen-temen laen ada yang pengen jadi astronot, dokter, pilot, guru, penyanyi dsb. Kenapa gue bilang ngedeketin realistis? Realistis dalam artian sederhana adalah sesuatu yang berdasar pada kemampuan individu dan lingkungan.
Dari segi kemampuan, mungkin gue gak masuk kriteria, karna gue cuma anak kampung yang berlatar belakang keluarga sangat sederhana. Tapi kalo ngeliat lingkungan gue saat itu, dimana kampung gue berada di kaki gunung dengan sawah berundak-undak di bawahnya, dan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Maka terbersit di pikiran eksak kecil buat memperbaiki sistem pertanian saat itu. Pengoptimalan metode terasering, peningkatan hasil panen, pembudidayaan berbagai jenis tanaman dengan tumpang sari, sosialisasi mina padi dsb.
Gue juga pengen punya rumah dengan pekarangan luas yang dikelilingi sawah. Gue yang bakal bercocok tanam bareng istri dan anak-anak gue. Mulai dari penyemaian, penanaman, pemupukan, ampe penuaian. Istri gue haruslah perempuan yang cerdas, rajin, lincah dan cantik. Perempuan yang bisa jadi tempat bertukar pikiran dan pinter ngurus anak.
Gue bakal berkecimpung di lembaga pedesaan kayak LKMD dan LMD. Gue juga bersedia ngasih penyuluhan di Bina Usaha Tani dalam rangka peningkatan SDM para petani.
Itulah cita-cita masa kecil gue. Kemudian semakin bertambahnya usia, gue jadi ngerti kalo cita-cita tuh punya peran yang kuat dalam kehidupan. Trus sekarang udah gede kok ngomongin cita-cita kayak anak kecil apa gak malu? Kenapa manusia perlu punya cita-cita?
Energy
Dengan bercita-cita, kita bakal punya energi dalam ngedapetin sesuatu yang kita mau. Kayak sebuah perjalanan, tentunya kita punya tujuan yang udah ditetapin. Dan biar lebih kuat kita ngelangkah ke tujuan, kita butuh energi.
Key
Udah punya energi? Kita butuh kunci! Apa kunci sukses kita buat mencapai sesuatu yang kita pengen? Kuncinya adalah planning. Tanpa planning sebenernya kita udah berencana buat gagal. Tanpa planning, kita gak tau risiko apa yang bakal dihadapi di depan. Dalam ngejar cita-cita, kita belajar bikin satu kunci yang bakal ngebuka pintu kesuksesan.
Selfmeter
Dengan bercita-cita, kita juga punya kunci buat buka diri kemudian mengukur kekuatan dan kelemahan kita. Mengetahui kekuatan diri adalah lebih mudah mengekploitasi diri buat mencapai sesuatu yang diinginkan. Dan pengetahuan tentang kelemahan diri, bikin kita bisa memperbaiki diri kapan aja.
A Story
Sering kita bangga ama kisah-kisah perjalanan kita. Manjat gunung, dapet gebetan atau menang sebuah kontes. Dan ngejar cita-cita adalah sebuah perjalanan yang penuh perjuangan. Bukan cuma buat diceritain, tapi juga bisa jadi satu pelajaran yang berguna buat diri sendiri dan orang lain.
Kesimpulan
Cita-cita bisa motivasi dan momentum buat ngedapetin apa yang kita mau. Kita bakal sekuat tenaga berusaha apapun rintangannya. Maka, bercita-citalah! :-)
Sekarang cita-cita gue sebagai insinyur pertanian udah terbenam dalam lumpur sawah yang diuruk berton-ton tanah trus didiri'in bangunan beton di atasnya. "Tapi gue bangga, seenggak-enggaknya gue pernah punya cita-cita!" So, apa cita-cita elo, Sobat?
Happy Blogging 'n Keep On Fire!
Wassalaam ... ;-)












